Senin, 01 Juni 2020

Covid 19 Menjadi Kebangkitan IGI

Terima Kasih Telah Berkunjung di Blog Kami
Ikatan guru Indonesia

Pandemi Covid-19 Menjadi Kebangkitan Guru Milenial

Pandemi Virus Corona masih belum usai, dunia masih disibukkan dengan upaya penanganan penyebarannya. Dampak pandemi masuk kesemua sektor yang ada, sasaran yang menjadi korbannya pun tidak pandang bulu siapa saja bisa terjangkit. Penyebarannya mengakibatkan rasa takut yang mendalam yang dirasakan oleh masyarakat dunia. Aktivitas masyarakat terganggu oleh kebijakan - kebijakan pemerintah yang diterapkan tentunya dengan tujuan mempersempit penularan virus tersebut. Disisi lain dengan adanya virus corona membuat sebagian masyarakat kebanjiran pesanan yang berkaitan dengan pandemi seperti pembuatan masker.

Penggunaan internet pun semakin menggeliat yang sangat menguntungkan orang-orang yang yang bisnis di dunia tersebut. Kreatifitas pun bermunculan di masyarakat bahkan keilmuan atau pengetahuan semakin bertambah. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan pandemi COVID-19 menjadi era kebangkitan guru milenial di Tanah Air.

 "Banyak dari kita berpikir bahwa pandemi ini telah membuat keterpurukan di berbagai bidang. Namun kami dari IGI justru memandang bahwa adanya pandemi ini telah menjadikan bangkitnya guru-guru milenial Indonesia,"

Para guru milenial tersebut didominasi oleh guru-guru anggota IGI yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dalam kondisi keterpurukan, lanjut dia, para guru milenial bangkit dan berhasil menguasai teknologi pembelajaran.

"Kami memegang prinsip bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan guru, tetapi guru-guru yang tidak paham teknologi suatu ketika akan digantikan oleh guru-guru yang paham dan menguasai teknologi."

Bahkan dalam empat tahun terakhir, IGI berhasil melatih hampir dua juta guru dengan lebih dari 1.000 pelatih dan lebih dari 100 kanal pelatihan IGI

"Selama ini, kami bergerak cepat tanpa harus bergantung anggaran pemerintah baik APBD maupun APBN. Alhamdulillah ternyata saat ini apa yang kami lakukan dalam empat tahun terakhir begitu berguna pada masa-masa pandemi COVID-19," terang dia lagi.

Ramli menambahkan peringatan Hardiknas 2 Mei 2020, seolah menjadi penegasan bahwa untuk melatih guru tidak memerlukan dana yang berasal dari APBD maupun APBN.

"Bahkan sebagian besar pelatihan ini dijalankan secara gratis atau tanpa menarik iuran apapun dari guru-guru Indonesia yang mengikuti pelatihan ini," kata dia lagi.**



0 komentar:

Posting Komentar